WILADANTIKA, DI DUNIA KHAYAL

selamat datang bagi anda yang masuk di duniaku ... anda yang berhasil masuk ke sini, akan mendapatkan ilmu yang tidak bermanfaat
terimakasih

Rabu, 26 Februari 2014

terjebak

tak adakah jalan keluar?
aku terjebak disini sekian lama
ku sudah tak bisa bernafas lebih lama lagi
ku butuh pertolonganmu
ku mohon ya alloh
tempat ini memang indah tapi semu
ku terjebak dulu
tapi salahkah aku?
kini pertanyaan, pertimbangan semakin menumpuk di otakku
ini indah, ini adalah anugerah
kenapa aku harus menyalahkan diri
tapi waktu tak tepat
kondisi tak mendukung
takdir tak memihak dan tangan tuhan tak andil
alasan apa yang tepat agar aku dapat meneruskannya
alasan apa lagi yang harus aku karang
tuhan, keluarkan aku dari sini
atau masukan aku kedalam, lebih dalam
agar aku bisa benar benar bahagia

Sabtu, 26 November 2011

dinamika kehidupan "malam"


Gue lagi sakit sekarang, bokap, nyokap  lagi pergi. Malam ini cuma ada pembantu sama gue. Gue tiduran di kamar sambil selimutan sampai ketutup semua. Gue cukup menggigil saat itu. Tiba-tiba rombongan temenku dateng ada andi, tono, hasmi dan  mia. Mereka memang sahabat deketku. Pembantu gue mempersilahkan mereka masuk. Terus gue nyuruh pembantu, mempersilahkan mereka masuk kamar gue aja. Soalnya gue males banget bangun dari tempat tidur “tercintaku”. Mereka dateng dengan parcel berisi buah-buahan. Gue seneng banget ngeliatnya. Mulut ini udah nelen ludah beberapa kali. Gue dah kaya anjing liat tulang. Tapi gue tahan rasa pengen  ngembat buah-buahan tadi, gengsi dong gue.

Andi duduk di sebelah bahu gue, yang lagi tiduran. Kebetulan kasur gue lebar. Tono dan yang lain malah berdiri. Gue sama temen-temen gue cerita selama beberapa menit dan gue sedikit tertidur. Tiba-tiba dengan sangat tidak sopannya andi menempelkan pipinya ke pipi indah gue yang lagi tidur ayam. Terus dia mbisikin sesuatu, “tidur ya?”. Gue sebel banget. Pikiran pertama gue pengen langsung nampar dia. Tapi gue terus pura-pura tidur, gue pengen tahu andi bakal nglakuin tindak ketidak sopanan apa lagi. Terus dengan PD nya, andi tidur disampingku menghadap ke punggungku. Tono dengan gaya bijaksana langsung menegur ahmad dengan keras. Gue tetep pura-pura tidur saat itu, sampai hasmi mengajak membeli sesuatu. Kemudian mereka berempat pergi.

Sumpah, gue dongkol banget. Dasar cowok kurangajar. Gue janji pada diri gue saat itu bakal mbalas andi dengan segenap kemampuan yang gue punya. Tapi emang pada kenyataanya andi sebenernya suka sama gue. Tapi sayang banget tingkah lakunya kurang ajar. Jadi gimana gue kagak ilfil.

Kakak sepupu gue dateng. Dia orangnya gagah. Badannya tinggi besar dan sixpack pula. Bikin cewek-cewek nyantol. Dia ke kamarku, nengok gue yang lagi terkulai lemas di ranjang. Dengan tanpa kata yang keluar dari mulutnya. Dia sibakkan selimut yang menutupi kaki gue, lalu dia raba kaki gue. Gue kaget setengah mati. Pikiran gue udah  mengarah pada hal yang mengerikan sekaligus enggak percaya kalo kakak sepupu gue berani pegang-pegang kaki gue. Gue spontan duduk berniat untuk membela diri. Tiba-tiba dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, yaitu balsem. Dia berkata “kenapa wil, kok bangun? katanya sakit. Mas mau mijitin kamu, ni mas dah bawa balsem kesukaan kamu. Situ tiduran lagi”.

“Sialan gue udah kaget setengah mati. Gue udah niat teriak minta tolong sama nggebukin kamu mas, eh malah mau dipijitin. Ya udah enggak papa, ayo terusin”. Huhf dari kecurigaan membawa berkah. Gue dipijiitin sampai bonyok gue pulang.

Dengan secepat kilat bonyok ganti kostum terus langsung cabut ke tetangga depan rumah yang katanya ada pesta disitu. Gue sendiri yang dari pagi di rumah enggak tahu kalo depan rumah ada pesta. Gue disuruh ikut. Awalnya gue agak ragu ikut atau enggak mengingat kondisi gue yang lagi dipijitin kakak, eh, lagi sakit maksudnya. Tapi walaupun sakit gue milih pergi ke pesta. Bayangan gue disana udah berjajar makanan enak yang menugguku. Gue terus mengusir kakak dari kamar gue. Pertama gue bersihin muka berminyak gue pake face tonic. Terus gue pilih-pilih kostum, gue mix and match. Akhirnya gue nemu stelan yang cocok, yaitu baju kesayangan nyokap waktu remaja dulu. Walau tu baju udah berpuluh tahun tapi masih bagus dan enggak nyangka sekarang jadi tren lagi. Gue lari ke tetangga depan rumah pake high heels nyokap juga. Suer gue kasian banget. Semua bekasannya nyokap. Akhirnya malem itu bonyok sama gue pergi ke pesta, dan di rumah cuma ada kakak sepupu dan pembantu gue.

Hujan turun. Dari tempat pesta gue liat ada sesuatu mengarah ke rumah gue. Seperinya itu andi, tono, hasmi dan mia. Mereka boncengan naik motor terus berteduh di teras rumah gue. tono menggedor-gedor pintu rumah gue. Dan yang gue penasaran adalah, kenapa enggak ada yang bukain pintu. Pembantu sama kakak gue kemana??

Gue sebenernya pengin nyamperin mereka tapi gue terjebak di pesta ini. Gue enggak enak ninggalin makanan-makanan ini. Mereka terlihat kedinginan, kasian kalau enggak dimasukin perut. Akhirnya temen-temen gue ditolong sama tetangga sebelah rumah gue. Mereka di ajak masuk ke rumah tetangga gue itu. Beres deh. Jodoh gue emang sama mekanan-makanan ini, xixixixixix....

Kamis, 10 November 2011

misteri

Seorang ibu membawa anaknya sambil berlari terkatung-katung melewati gang sempit. Sesekali ibu itu melihat kebelakang dengan tatapan takut dan terburu-buru sambil tetap berlari kencang menggendong anaknya yang masih bayi dengan erat, bahkan mungkin sangat erat. Aku melihat kejadian itu di balik jendela kos ku. Dengan penuh tanda tanya di kepalaku aku melangkah keluar kos untuk melihat sang ibu tetapi sudah tidak terlihat lagi akupun melihat ke arah yang berlawanan untuk mengetahui siapa yang mengejar ibu tersebut. Tetapi aku sangat heran dan bingung karena ternyata tidak ada siapapun yang mengejar ibu tersebut. Kejadian tadi tidak ku ambil pusing walaupun sebenarnya masih penuh pertanyaan di kepalaku. 

Aku pergi kos teman di ujung gang, temanku bernama vona. Dan ternyata di dalam kos vona ada ibu yang tadi berlari sambil menggendong anaknya.  Sebelum ibu tersebut melihatku, akupun bersembunyi di kamar mandi untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada ibu itu. Dari celah-celah pintu kamar mandi aku melihat sang bayi yang sedang digendong melihat ke arahku. Seketika itu juga aku merasakan hal yang aneh terjadi pada diriku. Seolah-olah waktu berhenti. Aku seperti orang pingsan tapi masih bisa melihat keadaan sekitar. Aku terhipnotis oleh tatapan sang bayi. Setelah beberapa lama akupun sadar. Sewaktu aku sadar ibu dan bayinya sudah tidak ada lagi di tempat semula. Akupun keluar dari kamar mandi kemudian menghampiri vona dan bertanya, sebenarnya siapa ibu itu. Tetapi anehnya vona malah bingung dengan pertanyaanku. Seharian ini tidak pernah ada siapapun yang datang ke kos ini kecuali aku. Aku pikir vona hanya mengerjaiku. Aku tanya berulang-ulang dengan wajah serius dan bahkan nada bicara yang sedikit emosi. Tetapi vona tetap pada pendiriannya. Vona pun memasang wajah yang serius dan sedikit jengkel. Setelah melihat ekspresi vona seperti itu aku sekarang percaya padanya. Tiba-tiba timbul rasa takut sekaligus bingung. Banyak sekali pertanyaan dalam otakku. 

Aku menuju ruang tengah kos vona. Di sini pikiranku mulai teralihkan berkat teman-temanku. Aku, vona dan teman-teman lain ngobrol dan bercanda bersama. Tidak jarang pula kami tertawa terbahak-bahak sampai akupun merasa lapar. Aku minta minum kepada vona. Vona menyuruhku untuk ambil sendiri di dapur. Di dapur mataku tertuju pada gelas dan aku berniat untuk mengambil gelas itu. Otakkupun memerintah semua anggota tubuh untuk mengambil gelas yang ada di rak itu. Tiba-tiba sebelum gelas ku ambil, gelas itu melayang kearahku dan berhenti tepat di depan mataku. Sontak aku kaget dan takut. Aku membalik badan untuk berlari ke ruang tengah menuju teman-teman dan gelaspun jatuh dengan suara yang menggemparkan seisi kos. Aku langsung bersimpuh lemas di depan teman-teman. Teman-temanku kaget dan menanyakan keadaanku sebenarnya. Mereka menenangkan dan membawakanku minum. Lalu aku bercerita tentang semua kejadian aneh yang menimpaku sebelum aku berangkat ke kos ini. Semua berpikir aku hanya bercanda, karena sebelumnya memang kita sedang bercanda. Tidak ada satupun yang percaya padaku. Salah satu temanku berkata kepadaku untuk mencoba teknik yang bisa menggerakkan gelas seperti di dapur tadi. Dia menyuruh dengan penuh nada ejekan. Aku merasa sendiri di tengah keramaian ini. Mereka terus menyuruhku untuk menggerakkan benda-benda tanpa memebangnya tetapi aku tidak tahu tekniknya karena aku kaget dan sangat takut. Vona menenangkan dan mengajak dengan lembut agar aku mau mempraktekan bagaimana cara menggerakkan benda tanpa disentuh. Agar teman-teman dapat percaya dan aku terbukti tidak hanya membual. Akupun mencobanya. Aku berkonsentrasi pada buku yang dipegang Vona. Tiba-tiba buku itupun melayang dan menghampiriku. Akhirnya semua anak dalam ruangan itu percaya dan takjub atas kejadian yang baru saja mereka lihat. Bahkan akupun takjub dan merasa tidak percaya atas apa yang baru saja terjadi. Vona yang bijaksana memberi sedikit nasihat kepadaku. Dia menyuruhku agar menggunakan kekuatan ini dengan bijaksana dan untuk kebaikan. Dia juga berkata bahwa dia senang dengan kondisiku sekarang yang telah mempunyai kekuatan tidak biasa, yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang beruntung. Aku merasa tersanjung dengan pujian itu. Tetapi dalam hatiku masih merasa takut akan apa yang akan terjadi padaku selanjutnya. Aku takut akan hidup dengan kekuatan ini selamanya. Ini adalah hal yang aneh dan mengakibatkan alam tidak seimbang. 

Turun hujan. Satu persatu teman-temanku menuju kamar mereka masing-masing. Aku menuju ruang tamu dan duduk disamping jendela. Memandang keluar jendela dengan pikiran yang masih diliputi banyak pertanyaan dan rasa takut. Kemana sebaiknya aku bertanya. Aku takut semua orang tahu akan kekuatanku. Aku takut mereka menjauhiku atau malah memanfaatkanku untuk kepentingan yang tidak bertanggungjawab. 

Di balik jendela aku melihat wawan dan fadli sedang berteduh di teras depan kos. Kemudian aku mengerjai mereka dengan kekuatanku. Ku buat kerikil melayang dan mengenai punggung wawan sehingga dia mengira fadli yang usil mengerjai dirinya. Kulakukan juga kepada fadli, diapun mengira wawan yang mengerjainya. Aku tertawa terbahak-bahak di balik jendela. Mereka mendengar suara tawaku. Mereka mengetuk kaca jendela dan melihatku tertawa sendirian dan menganggapku gila.

Aku bangun dari tidur ini. Merasa tadi bukan mimpi karena berasa sangat nyata dan jelas runtutan ceritanya. 

mereka menyebalkan


Setelah beberapa lama gue hidup tenang ternyata di tengah hari yang panas ini gue dapet masalah baru. Temen-temen cowok gue yang nyebelin mbikin gue dongkol. Dengan tanpa perasaan mereka gak nganggep gue. Mentang-mentang gue kagak dari rombel ini. Ada juga temen gue yang dengan seenak jidat ngomentarin penampilan gue waktu les di primagama kemaren. Argh, bikin surem.

Di kampus gue sistemnya rombelan, jadi temen-temen, dosen, ruang dan mata kuliahnya selalu beda, sesuai jadwal yang kita ambil. Di kampus gue juga mahasiswi diwajibkan pake rok.

Nah hari ini gue madetin jadwal kuliah gue, soalnya besok jumat rencananya mau pulang kampung, bersiap menyambut hari idul ad’ha. Gue ngikut rombel 7 (PKn) yang di dalemnya ada makhluk yang bernama bang  rio dan bang alan. Dua makhluk itulah yang bikin gue dongkol hari ini di rombel yang asing ini.

Waktu itu gue nyoba nambahin jawaban dari pertanyaan bang rio dalam acara presentasi mata kuliah PKn. Isi presentasinya tentang globalisasi ekonomi. Kebetulan, malemnya gue sempet baca esai tentang globalisasi ekonomi, jadi gue bisa nambahin jawaban yang udah dipaparkan oleh kelompok presentasi. Selama kelompok itu maju gue terus yang nambahin jawaban-jawaban, sehingga diskusi jadi makin ramai dan berisi. Dan  bang rio sebagai sang penanya jadi makin jelas dan ngerti tentang globalisasi ekonomi.

Eh, nggak taunya pas kelompoknya bang rio maju, gue kagak dianggep sama sekali. Dalam presentasinya gue nggak dipersilahkan ngomong. Padahal sebelumnya yang nambahin jawaban dari pertanyaan dia yaitu gue. Sungguh menyebalkan.
.......
Beberapa saat kemudian gue nyolek bang alan. Gue minta file tentang workshop esai kemaren sabtu. Setelah file di copy ke flashdisk gue, dia sempet pesen, “gue nulis sesuatu, gue simpen di fd loe, tolong dibaca”. Gue terheran-heran sekaligus penasaran tapi gue iya in aja, soalnya udah keburu mau ngejar dosen.

Sampai kos gue baca tu tulisan bang alan yang katanya disimpen di fd gue. Ternyata tulisannya sungguh menyebalkan. Dengan seenaknya dia berkata, “maaf, ya, wanita itu lebih anggun kalo pake rok”. What!!!! Mentang-mentang gue pake jean’s gitu, kemaren waktu les di primagama. Apa-apaan....gue dongkol abis.
TAMAT

Rabu, 09 November 2011

Bikin esai

Ternyata cukup melelahkan bikin esai, karena ini adalah esai pertama gue. Dan gue sama sekali enggak tahu apa-apa soal esai. Yang pertama gue cari adalah gimana cara bikin esai. Terus gue cari bahan, gue cocok-cocokin, gue baca berbagai artikel yang berhubungan sama tema yang gue angkat.

Ini esai pertama gue. Semoga disukai banyak orang. Terimakasih


Senin, 31 Oktober 2011

nginep di markas jemuran


Perasaan gue lempeng-lempeng aja, tiap kali gue ketemu sama dia. Kini setelah tiap malam gue pisah sama dia, baru terasa melownya. Kenapa selama ini hati gue gak  bisa liat dia. Malam ini gue bahagia banget setelah beberapa malem nggak tidur bareng dia, akhirnya sekarang gue bisa tidur bareng lagi sama dia. Oooohhhh kasurku yang empuk, aku cinta banget sama kamu..

Dah dua malem gue absen tewas di kasur gue. Dua malem ini gue nginep di kos temen (hasmi). Maklum temen gue lagi sendirian di kos, kasian dia. Di sms dia meminta-minta. Bayangan : hasmi jongkok sambil menyodorkan tangan keatas dan wajah memelas ala sponge bob, memohon agar ditemenin malam ini.

Karena gue temen yang baik maka gue nemenin dia untuk malem yang pertama, yaitu tepat di malam minggu. Situasi sebelum gue cabut ke kos galuh sangat mengerikan. Petir, dah kayak lampu neon yang dah hampir tewas. Guntur, dah kayak suara hasmi kalo sindrom monsternya kumat. Akhirnya, sekitar jam 10 malem gue sama ratih meluncur ke kos hasmi, dibawah rintik hujan, suasana horor, jalan kaki pula!! Sungguh mengenaskan.

Sebelum berangkat gue mix and match baju-baju gue. celana jeans atasan kemeja, rok panjang atasan jaket,                     celana bahan gak pake atasan. Tapi akhirnya gue nemu stelan andalan yaitu celana kolor sama kaos oblong. Sebenernya suasana dan hawanya ndukung banget buat ngeteh-ngeteh santai di rumah. Tetapi kasian hasmi sendirian di kos. Takutnya, ntar dia dimakan pocong yang kayak sumanto lagi. di jalan kaki gue sama aniz terpingkal-pingkal mencicipi jalanan yang basah.

Selesailah perjalanan gue. Nyampe di kos hasmi gue liat sosok yang membuka pintu dengan wajah bahagia ala sponge bob. Gue dan ratih  masuk nonton tv bentar terus nonton video abang gue, raditya dika yang konyol abis. Asli bikin ngakak sampe perut loe langsing. Abis pelangsingan perut gue ngrasa ngantuk. Gue jalan ke kamar hasmi yang ada di lantai dua dengan sedikit gaya mabuk. Lalu tiba-tiba, ya ampun, panas banget di sini. Kamar galuh di lantai dua emang beda tipis ama loteng. Selain atapnya pake seng disini juga jadi markas jemuran. 

Gue pikir ujan rintik-rintik tapi kenapa masih aja panas, dasar nasib markas jemuran... akhirnya gue turun tangga dengan kondisi yang udah sepenuhnya sadar. Ngantuk gue cancel, kamar gak memungkinkan buat ditempatin. Duduk nonton tv sama ratih dan hasmi. Tiba-tiba tanpa tanda-tanda ratih sempoyongan berjalan ke lantai dua menuju markas jemuran. Tiba-tiba lagi ratih turun tangga dengan kondisi yang udah sepenuhnya sadar. Karena dia orang yang cinta dengan kejujuran, maka diapun mengatakan yang sebenarnya, “has, kamarmu puanas beud, gue gak tahan gue tidur depan tv aj ya?”. Dengan wajah yang sudah berubah seperti sponge bob yang sedih galuh menjawab, “ya boleh, maaf ya tih di kamarku panas”. Hasmi adalah makhluk yang unik, dia berwajah macan tapi berhati sponge bob.

Ratih pun terkapar dengan damai di kasur lantai depan tv. Gue cuma bisa menatap dengan bahagia.
Beberapa menit kemudian ada pencerahan datang ke mata gue. Gue liat kipas angin nganggur, ternyata kipas angin tersebut bukan punya hasmi tapi punya kakak kos yang lagi KKN di Brebes. Gue ambil aja terus gue bawa ke markas jemuran. Akhirnya disana gue mendapatkan apa yang dibutuhkan gue selama disini, yaitu kesejukan. Gue nyalain kipas, rambut gue kibas kemana-mana dah kayak model iklan shampo.

Gue kagak tau nasib hasmi kaya apa. Gue terkapar di markas jemuran dengan damai....

TAMAT


Minggu, 30 Oktober 2011

BANYOLAN GUE


Denger banyolannya raditya dika emang bikin ngakak abis.. ampe memuntahkan segala jenis air yang ada di muka mereka, dari  air ingus, air mata, (dan, yang paling w sebelin, adalah air ludah...) #ngekngok..!!
gak ada yang sadar kalo pola tertawa mereka sangat tidak senonoh, karena gigi seksi yang telah terlair menonjol tetapi entah sengaja atau gak mereka telah lebih menonjol-nonjolkannya. Oh me gad... tidaaaakkk,,, #gambar disensor...tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt

gue suka nyebut nama w sendiri wil-ra-im lencengan dari gil-ra-im(tokoh utama dalam drama korea secret garden). Kalo gue pikir2, .... alay beud yeee... ah, ga papa. Kata banngg dika proses pertumbuhan itu adalah dari bayi, balita, anak2, remaja, ALAYYYYY, lalu dewasa. LOL. Berarti gue dah hampir dewasa nih, kaya apa dunia kedewasaan itu?? gue kagak taw.... yg ptg w g3 n1k5t1n 5sa ALAYYYY gue..!!! NGAKAK MAKSIMAL.

Denger cewek crewet emang mbikin gatel tangan gw dech,, rasanya pengen ambil sapu tangan, w lap2in ke ketek gorilla, trus w bumgkam dech cewek2 ntu. Biar pingsan dech mereka, N dunia tenang lagi. Ada untungnya juga sih aku diciptain dgn suara lemah lembut (al;low volume), jadi w ngrasa kalo w gak cerewet. Mungkin makhluk2 yg mengecap aku crewet adl makhluk yang mempunyai pendengaran supersonic. Gagagagag....LOL MAKS.

Temen gue dah enek ma lagu korea, karena gue baik hati n penyayang gue keras2in dech lagu2 korea yg gue puter.

Here we go!!!! (what!) dasar sesama species ALAYYY kayak gue.... jarang2 denger dia pake b.ing, paling kalo penyakit alay nya lagi kumat.... status Aalayyy ku lagi : GAK GAK GAK KUMAT....GAK GAK GAK KUMAT...(nada dasar:7icons)